Kamis, 19 Desember 2013

PTI Pembahasan Jurnal Psikologi: Faktor Prestasi Akademik yang Dipengaruhi oleh Media Teknologi


Saya akan membahas tiga jurnal psikologi tentang faktor prestasi akademik yang dipengaruhi oleh media  teknologi.


  sumber foto: google
Di jurnal pertama berjudul Hubungan ProsesBelajar Mengajar Berbasis Teknologi dengan Hasil Belajar: Studi Metaanalisis, di sini diterangkan dalam proses belajar mengajar antara mahasiswa dan pengajar di kelas memiliki keuntungan apabila menggunakan teknologi. Contohnya pada awal 1990an, materi dapat dituliskan pada media transparan yang kemudian direfleksikan ke layar yang besar sehingga dapat  disajikan  pada  mahasiswa di kelas. Selain itu, teknologi komputer mulai memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran. Saat ini telah menjadi pemandangan umum bila seorang mahasiswa membawa laptop
dalam mengikuti semua kegiatan akademiknya. Hal ini juga didukung oleh teknologi internet dan intranet serta multimedia yang telah hadir dan menjadi focus pengembangan teknologi informasi dunia. Metaanalisis terbaru  yang lain menguji pengaruh bantuan pengajaran computer pada prestasi siswa di dalam ilmu pengetahuan dengan aspek demografi yang berbeda (Christmann & Badgett, 1999), mikro komputer berbasis bantuan instruksi computer pada daerah yang berbeda (Christmann, Badgett, & Lucking, 1997), perbedaan jenis kelamin di dalam perilaku dan sikapsikap yang terkait dengan komputer (Whitley, 1997), dan efektivitas dari bantuan pengajaran komputer pada prestasi akademis pada siswa lanjutan(Christmann, Lucking, & Badgett, 1997). Penggunaan teknologi untuk memperbaiki proses belajar mengajar memiliki beberapa pertimbangan.
 Beberapa keuntungan dari penggunaan teknologi informasi untuk sistem pembelajaran di luar kelas adalah: 
 (a) penambahan akses untuk belajar,
 (b) penambahan sumber informasi yang lebih baik,
 (c) penambahan ketersediaan media alternatif    untuk mengakomodasi strategi pembelajaran yang beraneka ragam,
 (d) motivasi belajar menjadi semakin tinggi, dan model pembelajaran individu maupun kelompok menjadi lebih potensial (Niemi & Gooler, 1987).
Waxman & Huang (1996) menemukan hasil penelitian yang serupa, di mana pengajaran di kelas yang jarang menggunakan teknologi cenderung menggunakan pendekatan pengajaran secara umum, di
mana para siswa secara umum mendengarkan atau mengamati guru. Pengajaran di dalam kelas yang berbasis media teknologi dan menggunakannya dalam proses belajarmengajar mempunyai pendekatan pengajaran kelas umum sangat sedikit dan jauh lebih bebas dalam melaksanakan pengajaran.
Dengan ini disimpulkan,pada jurnal pertama, bahwa dalam proses belajar mengajar di lingkungan kampus yang menggunakan bantuan media teknologi informasi, dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasisiwa. Hal ini karena informasi yang didapatkan dari internet berasal dari berbagai sumber sehingga menambah pengetahuan mahasiswa.


Pada jurnal yang kedua berjudul PerilakuPenggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan. Dalam jurnal tersebut dijelaskan dalam beberapa  hasil studi-studi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa aktivitas internet yang paling banyak dilakukan kalangan remaja perkotaan di Indonesia saat itu pada umumnya adalah chatting. Aktivitas ini jauh sekali dari menggunakan internet sebagai sumber informasi untuk tugas atau pelajaran sekolah. Situasi remaja di Indonesia seperti ini kontras dengan remaja di Amerika dan Inggris. Survei nasional yang digelar Pew Internet & American Life Project (2001) pada sekitar 17 juta remaja berusia 12 sampai dengan 17 tahun di Amerika menyatakan bahwa 94% remaja online Amerika melakukan aktivitas mencari
sumber atau bahan untuk menyelesaikan penelitian sekolah. Sementara itu, di Inggris, studi yang diadakan Livingstone, dkk. (2004) juga menemukan bahwa sebanyak 50% responden remaja Inggris berusia 9 hingga 19 tahun mengaku menggunakan internet untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliah. Dilema yang dihadapi para pihak sekolah di Indonesia saat itu merupakan hal wajar, karena mereka merasa paranoid jika siswa-siswinya akan mudah terpengaruh dampak negatif dari internet. Terlebih selama ini sudah banyak dilakukan penelitian tentang dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan internet, terutama pengaruh buruk akan hadirnya berbagai bentuk pornografi terhadap kalangan remaja. Sebagaimana yang dikatakan oleh beberapa ahli
bahwa penggunaan internet di sekolah sebaiknya perlu mendapatkan perhatian, karena melalui internet siswa-siswi tidak saja bisa mengakses sumber-sumber yang relevan dengan pendidikan, tetapi bisa juga dimungkinkan untuk mengakses sumber-sumber yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan atau bahkan bersifat negatif. McNealy (1999) menyatakan bahwa memberikan kesempatan kepada siswa untuk duduk di depan komputer dan menggunakan internet adalah tidak lebih memberikan kesempatan kepada mereka untuk duduk menonton TV. Kemudian Lawrence dan Glies (1999) memperkirakan bahwa lebih dari
800 juta website yang ada, hanya sekitar sekian juta yang menampilkan pendidikan yang dianggap cukup bernilai untuk anak SMP dan SMA. pada umumnya remaja tingkat SMP dan SMA melakukan aktivitas mengakses internet untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan untuk kepentingan lain. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan ini berarti mereka melakukan segala sesuatu guna menunjang segala tugas dan prestasi mereka di sekolah. Sedangkan untuk kepentingan lain adalah aktivitas selain untuk tujuan kepentingan pendidikan, seperti untuk hiburan mendownload lagu favorit atau sekedar mencari informasi tempat berlibur.


Pada jurnal ketiga berjudul Pengaruh Media Pembelajaran Multimedia Terhadap PrestasiBelajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran KKPI Kelas XI SMK Negeri I Tombulu.
Dalam jurnal ini dijelaskan, perkembangan teknologi multimedia membuka potensi besar dalam perubahan cara belajar, cara memperoleh informasi dan sebagainya. Dengan perkembangan multimedia ini juga membuka peluang bagi para pendidik untuk mengembangkan system pembelajaran supaya menghasilkan hasil yang optimal. Demikian pula bagi peserta didik, dengan multimedia diharapkan mereka akan lebih mudah menentukan dengan cara apa dan bagaimana menyerap informasi yang disampaikan secara cepat dan efisien.
Proses belajar mengajar  seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan diluar pengalaman siswa sehari hari, sehingga materi tersebut menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami siswa. Dalam hal ini komputer dengan dukungan multimedia dapat menyajikan sebuah tampilan berupa teks tang tidak menonton dan lebih menarik yang lebih interaktif. Tampilan tersebut akan membuat penggunalebih leluasa memilih, menyaring, dan memahami pengetahuan.
Disampaikan pula dalam penelitian yang dilakukan penulis jurnal kepada beberapa siswa-siswa kelas XI SMK Negeri I Tombulu. Yaitu beberapa siswa yang menggunakan multimedia sebagai penunujang pembelajaran dan beberapa siswa yang tanpa menggunakan multimedia sebagai penunujang pembelajaran .
Dengan menggunakan perhitungan uji menjelaskan bahwa nilai Fhitung = 76,37 > Ftabel  = 60,39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara disiplin belajar (X) terhadap prestasi belajar(Y) siswa pada mata pelajaran KKPI kelas XI SMK Negeri I Tombulu. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian hipotesis serta pembahasan, disimpulkan 
Prestasi belajar dari kelompok siswa mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran multimedia lebih tinggi dari prestasi belajar kelompok siswa yang mengikuti proses pembelajaran tanpa menggunakan media.

SUMBER:

Kamis, 07 November 2013

Komunitas Online


Komunitas online adalah sebuah komunitas yang terbentuk secara virtual (maya) di berbagai layanan internet, misalnya forum online, mailing list, atau grup-grup tertentu. Komunitas yang dimaksud merujuk pada sekumpulan anggota/user yang mempunyai hobi atau ketertarikan yang sama terhadap sesuatu hal. Tujuannya yaitu untuk saling berbagi cerita, informasi, atau pengalaman lain antar anggotanya tanpa terikat oleh waktu dan tempat.
Beberapa contoh komunitas Online antara lain:
  • Facebook

Merupakan suatu jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004 oleh Facebook, Inc. Di dalam facebook para pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan dan kesamaannya.

  •  Twitter
                Merupakan suatu jejaring sosial yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., pada tahun 2006. Para penggunanya dapat mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets) dalam bentuk teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja.  Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
 
  •  Kaskus
Kaskus yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, merupakan situs forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia. Bermula dari sekadar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 900 ribu orang, dengan jumlah page view melebihi 15.000.000 setiap harinya. Hingga bulan Juli 2012, Kaskus sudah mempunyai lebih dari 601 juta posting.
 
 
Lain halnya dengan komunitas nyata yang berarti kegiatan yang biasa dilakukan oleh kelompok tertentu untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung antar anggotanya
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kedekatan atau kesolidan psikologis antar anggotanya di komunitas online jika dibandingkan dengan komunitas dunia nyata yang sejenis. Penelitian ini dilakukan kurang lebih satu minggu dengan mengambil 50 responden secara acak. Metode penelitian yaitu mengisi survey online yang tersusun atas beberapa pertanyaan yang didalamnya terdapat beberapa pilihan jawaban (multiple choice single answer).

Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan beberapa hal atau poin penting mengenai pengaruh komunitas nyata dengan komunitas online (untuk komunitas yang sama) dilihat dari tingkat kesolidan antar anggotanya pada kedua bentuk komunitas tersebut, yaitu sbb:
[1] Sebagian besar anggota sebuah komunitas nyata memanfaatkan komunitas online sebagai media berbagi yang nyaman dan leluasa
[2] Tidak semua komunitas nyata mempunyai komunitas online, tetapi akan lebih baik jika keduanya saling melengkapi dan dimanfaatkan
[3] Dengan adanya sebuah komunitas online, maka anggotanya akan memperoleh manfaat yang lebih besar jika dibanding suatu komunitas nyata tanpa komunitas online
[4] Keunggulan dengan adanya keberadaan komunitas online melahirkan cara komunikasi yang tidak terikat oleh jarak dan waktu, sehingga dimungkinkan untuk mempererat solidaritas antar anggota (karena sering berkomunikasi)
[5] Interaksi sosial dalam hal tatap muka secara langsung antar anggota sangat diperlukan untuk membangun komunitas yang solid, karena dengan menjalankan komunitas nyata dan online secara bersamaan dengan sendirinya akan menaikkan popularitas sebuah komunitas
[6] Masalah yang sering dihadapi dalam pemanfaatan komunikasi online justru bukan karena kurangnya interaksi tatap muka antar anggota, tetapi lebih kepada cara penggunaan dan kebiasaan dalam memanfaatkan komunitas online 


SUMBER

Polarisasi Kelompok

        Polarisasi Kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Manfaat dari polarisasi pendapat kelompok adalah memperkuat pandangan rata-rata kelompok sehingga tidak memecah-mecah pandangan kelompok. Polarisasi kelompok dapat terjadi juga karena perbandingan sosial, yaitu menilai pendapat dan kemampuan seseorang dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain.
        Penjelasan yang lebih tepat didasarkan pada proses informasi dan berdasarkan norma pengaruh dibahas dalam konteks penyesuaian. Sejauh sesuatu yang informasional mempengaruhi, ’jumlah yang lebih besar’ dari argumentasi dan fakta yang dikemukakan selama diskusi maka kelompok akan mendukung ‘kecenderungan awal’ para anggota kelompok. Ini mengkonfirmasikan anggota kelompok didalam pendapat mereka. Fakta bahwa informasi yang konsisten dengan kepercayaan utama seseorang lebih mungkin dicatat dan diambil dengan serius juga berperan untuk perwujudan ini ( Ferrell, 1985; Myers dan Lamm, 1976). 
        Maka disadari atau tidak anda sudah ikut terpolarisasi dan menjadi bagian dari salah satu kelompok pengguna salah satu fasilitas jejaring sosial diatas. Karena tanpa disadari anda akan mengatakan hal seperti “Hai kamu sudah mendapatkan materi yang aku share di facebook” atau “Periksa tweet saya ya, mungkin kamu akan terkejut” dan anda akan mengatakan hal yang demikian hanya dengan orang yang memiliki akun di jejaring sosial yang sama karena tidak mungkin anda menyuruh orang yang hanya memiliki akun facebook untuk menanggapi tweet anda maupun sebaliknya terkecuali telah dilakukan proses sinkronisasi d  iantara keduanya.
 SUMBER
http://deathneverlost.wordpress.com/2012/10/31/polarisasi-dalam-internet-hingga-terbentuk-kelompok/
http://suryawan-anakkreatif.blogspot.com/2011/02/berbagai-layanan-di-internet.html
http://adiprakosa.blogspot.com

Dampak Positif dan Negatif Internet


  Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan internet sudah merupakan ‘makanan’ sehari – hari dalam kehidupan, baik tua maupun muda. Bila anda mundur kembali ke 20 tahun silam, pada masa itu masyarakat masih mengandalkan media seperti televisi, surat kabar, radio yang tentunya masih memiliki keterbatasan akan keleluasaan informasi. Dengan berkembangnya internet serta dididirikannya perusahaan raksasa Yahoo (1994) dan Google (1998).
 Tidak bisa dipungkiri keberadaan internet cukup berperan dalam memajukan pengetahuan serta membantu pemecahan akan permasalahan yang dihadapi manusia melalui informasi. Namun dengan ketersediaannya sumber informasi yang tak terbatas membuat internet memiliki dampak positif dan negatif bagi pengguna.

Beberapa dampak positif dari internet yaitu:
  •  Informasi dan Pengetahuan Yang Tak Terbatas:
Anda bisa mencari berbagai informasi apapun di internet. bisa dikatakan seakan dunia yang sangat besar berada dalam genggaman.
  •  Internet Sebagai media untuk Bisnis
Berbagai macam bisnis bisa dilakukan melalui jasa antar ataupun semacam transaksi ebook
  •  Sebagai Hiburan
  •  Biaya Pengetahuan Yang terjangkau
  • Memungkinkan Anda Untuk Mengenal Orang dari Segala Penjuru Dunia
Dampak Negatif Internet
  • Informasi Yang Tak Terfilter
    Beberapa informasi yang tidak bermanfaat yang terkadang membawa pengaruh buruk bagi pengguna antara lain informasi yang bersifat pornografi, situs perjudian, kekerasan hingga informasi yang menyesatkan  
     
  • Internet Menyebabkan Kecenderungan                                                                                Banyak sekali pengguna internet yang rela menghabiskan waktu hingga seharian untuk ber-facebook ria, bermain game online dll. Kecenderungan akan internet dapat membuat orang menjadi lupa waktu serta menjadi malas.  
  •  Dampak Buruk Bagi Kesehatan tubuh 
Karena kelamaan  duduk menyebabkan masalah kesehatan jantung, otot dan aliran darah pada tubuh. Dan melihat layar terlalu lama berbahaya bagi kesehatan mata.
  • Keterbatasan Pergaulan Sosial
Banyak sekali anak muda saat ini -terutama yang masih sekolah- menghabiskan waktu mereka pada saat pulang sekolah ataupun pada akhir pekan untuk bermain internet sepanjang hari. Kecenderungan yang berat pada internet dapat berakibat pada keterbatasan pergaulan sosial secara fisik
  • Kejahatan dan Penipuan
  • Kebebasan Yang Berlebihan  
Dengan perkembangan internet yang ditunjang oleh peralatannya saat ini memungkinkan pengguna untuk memperkaya komunikasi menjadi lebih interaktif dan canggih. Hal ini terkadang dapat membawa dampak negatif bila digunakan secara salah. Sebagai salah satu contoh adalah kegiatan Sex Cam atau yang secara sederhana dijelaskan sebagai hubungan seksual jarak jauh dengan memanfaatkan kamera chatting dengan orang lain ditempatnya masing – masing.


 http://artikelbahasaindonesia.org/artikel-pendidikan/dampak-positif-dan-negatif-internet/
 portal.paseban.com
 bayusonova01.blogspot.com/
 safitrinopela.blogspot.com/
 conberto.blogspot.com

Internet Addiction

 

Internet sudah menjadi bagian masyarakat. Betapa tidak, kini semua bisa mengakses internet hanya lewat sebuah perangkat yang bisa digenggam dan dibawa kemanapun sesuka hati. Akses informasi, berita, mencari pekerjaan, dan komunikasi merupakan kegiatan yang umumnya berhubungan dengan internet. Tidak aneh jika di banyak tempat,  banyak pengguna yang mencari koneksi Wi-Fi maupun hanya sekadar mencari listrik untuk mengisi ulang perangkat yang dibawa. Kecanduan internet memiliki kecenderungan hampir sama seperti kecanduan obat-obatan. Di negara China dan Korea Selatan hal ini ditanggapi dengan serius. 
 Di antara penelitian yang diidentifikasi sebagai diperlukan adalah menemukan cara untuk mendefinisikan "berlebihan" dan untuk membedakan sebuah "kecanduan internet" dari obsesi, mengobati diri sendiri untuk depresi atau gangguan, dan paksaan. Sebuah perdebatan apakah akan menyertakan "Kecanduan Internet" sebagai diagnosis di DSM-V, dapat menyimpulkan dalam Mei 2013 edisi DSM. Beberapa berpendapat bahwa internet gangguan kecanduan ada dan harus dimasukkan, dan beberapa yang bukan merupakan kecanduan maupun gangguan yang spesifik dan tidak boleh dimasukkan dalam DSM-V.

Data dari China Internet Network Information Center (CINIC), pada tanggal 30 Juni 2006, menunjukkan bahwa 123 juta orang sudah online, yang 14,9 % adalah remaja di bawah 18 tahun. Chou dan Hsiao melaporkan bahwa tingkat kejadian kecanduan internet antara mahasiswa di Taiwan adalah 5,9 %. Wu dan Zhu mengidentifikasi 10,6% dari mahasiswa Cina sebagai pecandu internet. The Communist Youth League of China mengklaim pada tahun 2007 bahwa lebih dari 17 % warga China antara umur 13 dan 17 adalah pecanduan Internet.
Apakah hal ini baik? Tidak ada jawaban yang pasti akan hal ini karena segala sesuatu selalu ada nilai plus dan kurangnya pada internet.
Dunia yang luas serasa kecil dalam genggaman.
Perkembangan teknologi dirasakan banyak membahwa manfaat bagi banyak orang, namun sejalan dengan itu sadar atau tidak, juga menimbulkan berbagai masalah. Persoalan demi persoalan mulai timbul dan meresehkan banyak orang saat ini. Kebiasaan   sering menggunakan internet secara berlebihan disebut Internet Addiction Disorder (IAD) atau Gangguan kecanduan internet. Masalah ini  dapat mengganggu kehidupan sehari-hari individu bahkan orang lain. yang patut disalahkan? tentu diri kita sendiri sebagai pengguna.


portal.paseban.com
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/12/06/merubah-internet-addiction-disorder-iad-menjadi-lebih-baik-dan-bermanfaat-416686.html

Kamis, 03 Oktober 2013

#PTI Syarat dan Etika dalam Publikasi Online

Publikasi merupakan sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umumnya adalah pemilik awal dari suatu hak cipta bagi pekerjaannya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak ekslusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya. Mempublikasikan adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau umum.Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi dimasing-masing negara, biasanya diterapkan untuk teks, gambar atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas (seperti surat kabar, majalah, katalog, dll) atau bentuk penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.
Publikasi online memiliki arti; memperuntukkan bagi umum berupa karya yang dilabeli hak cipta milik seseorang atau pun suatu kelompok melalui  media elektronik yang paling banyak beroperasi masa kini, internet.
Banyak kemudahan dan kesempatan bagi siapa saja untuk mempublikasikan karyanya melalui media internet. Karena terbukanya informasi di dunia maya yang bisa dikatakan tanpa batas, jangan sampai membuat orang keblablasan dalam menyebarkan dan menerima informasi. Maka, perlu kita tahu ketahui bahwa ada syarat dan etika dalam publikasi online, antara lain sebagai berikut:
  • Tidak menggunakan huruf kapital dalam seluruh kalimat, itu sama artinya dengan berteriak, dan orang lain bisa tersinggung. Menghindari penggunaan font warna merah yang menggambarkan amarah.Tidak mem-forward konten atau foto yang berbau pornografi
  • Pengaturan Mengenai Informasi Dan Transaksi Elektronik Beberapa materi yang diatur, antara lain: Pengakuan informasi/dokumen elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah (Pasal 5 & Pasal 6 UU ITE)2. Tanda tangan elektronik (Pasal 11 & Pasal 12 UU ITE)
  • Penyelenggaraan sertifikasi elektronik(certification authority, Pasal 13 & Pasal 14 UU ITE)4. Penyelenggaraan sistem elektronik (Pasal 15 & Pasal 16 UU ITE)
  • Pengaturan Mengenai Perbuatan Yang Dilarang Beberapa materi perbuatan yang dilarang (cybercrimes) yang diatur dalam UU ITE, antara lain:  Konten ilegal, yang terdiri dari, antara lain: kesusilaan, perjudian, penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan (Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE)2. Akses ilegal (Pasal 30)
  • Dan menghindari taktik plagiarisme (yang selanjutkan akan dijelaskan berikut ini)

Apa itu plagiarisme?

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.
plagiarisme biasanya dibuat oleh orang yang ingin mendapat nilai atau pandangan yang bagus dari orang lain namun tidak memiliki kreativitas yang ada sehingga ia melakukan plagiarisme atau bisa dibilang mencuri karya milik orang lain. lebih dari itu bahkan orang-orang melakukan plagiarisme untuk membuat suatu hal besar seperti membuat thesis, buku, film, musik dan lain sebagainya. Karya mereka yang mereka anggap asli buatan mereka, dan dicap bagus oleh masyarakat lalu bahkan terkenal, sayang sekali kalau ternyata hasil dari mencuri ide milik orang lain.
Jurnal-jurnal ilmiah juga mempersyaratkan setiap karya tulis yang akan dipublikasikan harus asli dan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya. Persyaratan tentang hal ini biasanya diberikan pada halaman “instruksi untuk penulis” (Instructions to Authors) dari jurnal tersebut. Untuk memperkecil kemungkinan (jadi tidak menghilangkan samasekali kemunginan) terjadinya praktek plagiat dalam karya tulis ilmiah, selain melalui penyunting, naskah yang akan dipublikasikan masih perlu melalui penyaringan para penilai. Apabila karya plagiat masih lolos melalui saringan ini, masih ada saringan terakhir, yaitu para pembaca dari karya tulis itu sendiri, walaupun hal itu terjadi setelah publikasi dari karya tulis tersebut.

Bagaimana cara menghindarinya?
  • Buat karya atau kreativitas murni dari hasil ide anda sendiri
  • Karena khawatir tindakan copas(copy paste) dinilai melakukan plagiarisme, tulis sumber diakhir tulisan anda.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Publikasi
http://www.slideshare.net/Excel007/etika-berinternet-dan-social-network
http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
http://niasonline.net/2008/07/15/plagiarisme/
http://gakpunyablog.wordpress.com/2011/06/02/pengertian-plagiat/#more-112

Rabu, 26 Juni 2013

Keterkaitan Psikologi dengan Ilmu Alam dan Matematika


Ilmu kejiwaan yang biasa dikenal Psikologi, memiliki keterkaitan dengan ilmu alamiah dasar, atau bisa disebut juga dengan ilmu pengetahuan alam. Ilmu pengetahuan alam sendiri adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada rumpun ilmu  dimana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun, dimana pun. Benda-benda alam yang dimaksud yaitu mulai dari yang terkecil; sel-sel mahluk hidup yang kasat mata,  makhluk hidup itu sendiri, cara kerja alam, hingga seluruh alam semesta tempat tinggal mahluk hidup di muka bumi.
Jiwa  yang dimiliki setiap mahluk hidup yang bernyawa,  tentunya juga dipengaruhi oleh alam sekitar mereka. Maka ilmu alamiah dasar sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis mahluk hidup. 

Ilmu alam atau IPA mencakup beberapa ilmu, yaitu biologi, fisika dan kimia.

    Biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologis, hanya saja objek formalnya berbeda. Objek formal biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik) sedangkan objek formal psikologi adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.
    Fisika adalah ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. 
      Kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. 

Keterkaitan  ilmu psikologi dengan biologi

Menurut Bonner (dalam Sarwono, 1997:17), perbedaan psikologi dan biologi adalah sebagai berikut. Psikologi merupakan ilmu yang subjektif, sedangkan biologi adalah ilmu yang objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari pengindraan (sensation) dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagai subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi mempelajari manusia sebagai jasad atau objek. Jadi, perbedaan selanjutnya antara psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara “molar” (perilaku penyesuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara “molekular”, yaitu mempelajari molekul-molekul (bagian-bagian) dari perilaku berupa gerakan, reflex, proses ketumbuhan, dan sebagainya. Sejauh mana hubungan psikologi dengan biologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologis, hanya saja objek formalnya berbeda seperti yang telah dijelaskan diatas.

Keterkaitan Ilmu Psikologi dengan Kimia

Manusia adalah kumpulan sel- sel yang berinteraksi secara kimia. Tingkah laku manusia turut menentukan kondisi sel-sel tersebut. Contohnya adalah orang yang sering marah, maka umur selnya akan bertambah singkat, akibatnya terjadi penuaan dini.  Dan contoh lain Jika  kita marah maka adrenalin akan naik marah = psikologi adrenalin = cairan kimia kondisi psikologi seseorang akan mempengaruhi kandungan senyawa kimia dalam tubuh terutama adalah hormon.

Keterkaitan Ilmu Psikologi dengan Fisika

Gustav Theodor  Fechner(1801-1887), seorang dokter dan ahli fisika, dalam praktek kedokterannya menggunakan gejala-gejala kejiwaan. Dalam mempelajari jiwa, Fachner cenderung untuk menggunakan hokum-hukum fisika pula. Ia berpendapat bahwa jiwa identik dengan badan. Pendapatnya ini disebut hipotesa identitas(identity hypothesis) atau “pan psichism”.metode yang digunakan Fachner dalam penelitian- penelitiannya adalah metode eksperimen, sedangkan eksperimen- eksperimennya sendiri kebanyakan mengenai penginderaan. Fachner mengaskan bahwa penginderaan sebagai bagian dari jiwa tidak dapat diukur secara langsung. Kita hanya dapat mengetahui ada tidaknya atau kuat lemahnya penginderaan. Tetapi di lain pihak kita dapat mengukur rangsang yang diterima oleh indera itu secara tepat. Karena badan identik dengan jiwa, maka kenaikan kekuatan rangsang yang diterima oleh alat-alat indera pada tubuh akan menimbulkan kenaikkan atau perubahan penginderaan yang seimbang. Demikian teori fachner. Dalam bidang Psikologi sendiri, pengukuran seperti pada halnya ilmu Fisika adalah hal yang sangat penting untuk mengukur keadaan jiwa seseorang. Meskipun pengukuran fisika hanya sekedar pengukuran berat badan, tinggi badan, suhu tubuh yang dihubungkan dengan kondisi jiwa seseorang. Karena itu, dalam Psikologi tidak ada pendekatan tunggal dalam pengukuran, semua bersifat relatif. Pengukuran dalam Psikologi umumnya didasarkan pada sample perilaku yang jumlahnya terbatas dan pasti ada kesalahan. Sehingga, hasilnya tidak dapat didefisnisikan dengan baik.


Secara keseluruhannya, ilmu psikologi dengan ilmu alam memiliki keterkaitan hubungan yang signifikan yang bersasal dari penelitian - penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli sebagai berikut

Pada permulaan abad ke-19, psikologi dalam penelitiannya banyak terpengaruh oleh ilmu alam. Psikologi disusun berdasarkan hasil eksperimen, sehingga lahirlah, antara lain, Gustav Fechner, Johnnes Muller, Watson, dan lain-lain (Effendi & Praja, 1993: 8-9). Namun kemudian, psikologi menyadari bahwa selalu berkembang; sedangkan objek ilmu alam adalah benda mati. Oleh sebab itu, metode ilmu alam yang dicoba diharapkan dalam psikologi, dianggap kurang tepat. Karena itu, psikologi mencari metode lain yang sesuai dengan sifat keilmuannya sendiri, yaitu antara lain metode “fenomenologi”, suatu metode penelitian yang menitikberatkan gejala hidup kejiwaan.

Pada dasarnya, psikologi, secara prinsipil dan secara metodik, sangat berbeda dengan ilmu pengetahuan alam. Sebabnya, antara lain, pada ilmu pengetahuan alam, orang meneliti objeknya secara murni ilmiah, dengan menggunakan hukum - hukum dan gelaja-gejala penampakan yang bisa diamati dengan cermat.
Pada peristiwa - peristiwa ilmu alam, terdapat unsur - unsur kemantapan, konstansi dan konsistensi, yaitu semua gejalanya bisa berlangsung secara berulang-ulang dan bisa tetap sama. Dengan ciri-ciri inilah, orang bisa mengamati dan memperhitungkan dengan cermat, dan membuat hukum- hukum alam. Lebih-lebih dengan bantuan pengertian logis serta perhitungan ilmu pasti, orang mencoba memahami sifat dan hakikat objek pnelitiannya.

Sebaliknya, psikologi berusaha mempelajari diri manusia, tidak sebagai “objek” murni, tetapi dalam bentuk kemanusiaannya, mempelajari manusia sebagai subjek yang aktif dan mempunyai sifat-sifat tertentu subjek yang aktif itu diartikan sebagai pelaku yang dinamis, dengan segala macama aktivitas dan pengalamannya. Dengan demikian, untuk melihat “partisipasi social” -nya, lalu berusaha menjadikan pengalaman orang lain sebagai pengalaman dan pemiliknya sendiri.

Keterkaitan Ilmu psikologi dengan matematika

Matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Secara umum definisi matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan penghitungan dan angka-angka numerik. Sedangkan, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia mengenai kejiwaan, peri/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Seperti ilmu matematika dan psikologi. Secara umum definisi matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan penghitungan dan angka-angka numerik. Sedangkan, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia mengenai kejiwaan, perilaku, dan perkembangannya. salah satu materi ilmu matematika adalah himpunan.Dalam materi himpunan ini, kita mengenal Diagram Venn. Diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara himpunan-himpunan. Diagram venn di sini berfungsi dalam psikologi sebagai penggambaran bahwa anak  memiliki keterkaitan sifat yang berasal  dari kedua orang tuanya.
Selain itu matematika juga dapat digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang melalui tes IQ.


 http://nurma-purnama.blogspot.com/2013/04/hubungan-ilmu-psikologi-dengan-kimia.html
 http://ipulord.blogspot.com/2011/03/matematika-dari-segi-ilmu-psikologi.html
 http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/05/hubungan-psikologi-dengan-ilmu-alam.html
 id.wikipedia.org